darion phev

Darion PHEV dan Cara Baru Memahami Plug-in Hybrid di Jalan Nyata

calender09-02-2026
clock11:00

UC auction, Jakarta - Teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) kini semakin relevan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa khawatir soal jarak tempuh.

Melalui pengalaman real driving menggunakan Wuling Darion PHEV, teknologi ini dapat dipahami secara sederhana dan praktis.

PHEV merupakan kendaraan yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin, didukung baterai berkapasitas besar yang bisa diisi ulang dari sumber listrik eksternal. Dengan sistem ini, pengemudi dapat berkendara menggunakan tenaga listrik murni, mesin bensin, atau kombinasi keduanya sesuai kebutuhan daya.

Konsep ini memberi fleksibilitas lebih dibandingkan hybrid konvensional. Darion PHEV menggunakan Sistem Hibrida Ling Power yang bekerja otomatis dan cerdas. Saat berkendara di dalam kota dengan kecepatan rendah dan kondisi lalu lintas padat, sistem akan mengaktifkan Mode EV.

Baca juga: Wuling Eksion Resmi Debut di IIMS 2026, SUV Dengan Opsi EV dan Hybrid

Mode ini ideal untuk perjalanan harian karena senyap, bebas emisi, dan efisien. Ketika baterai menurun atau kendaraan membutuhkan daya tambahan, sistem beralih ke mode hibrida seri. Pada kondisi ini, mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik yang kemudian menggerakkan motor.

Untuk kebutuhan tenaga yang lebih besar, seperti saat menyalip atau melaju di jalan tol, Darion PHEV mengaktifkan mode hybrid paralel. Mesin dan motor listrik bekerja bersama untuk memberikan performa optimal.


Dari sisi jangkauan, Darion PHEV menawarkan fleksibilitas tinggi. Kendaraan ini mampu menempuh jarak gabungan hingga lebih dari 1.000 kilometer, dengan jangkauan listrik murni mencapai 125 kilometer. Artinya, sebagian besar perjalanan harian dapat diselesaikan hanya dengan tenaga listrik, sementara mesin bensin siap mendukung perjalanan jarak jauh.

Komponen utama PHEV ini meliputi mesin hybrid khusus 1.5L, motor penggerak listrik bertenaga 145 kW, motor generator, baterai LFP berkapasitas 20,5 kWh yang dapat diisi ulang, serta transmisi hybrid khusus.

Untuk mengatur penggunaan energi, Darion PHEV menyediakan beberapa opsi manajemen baterai. Mode EV Max memungkinkan penggerak listrik hingga baterai tersisa 12 persen. Mode EV First memprioritaskan listrik hingga 35 persen, sementara Force Power Retention menjaga kapasitas baterai pada tingkat yang dipilih pengguna, sekitar 35 hingga 70 persen.

Keamanan dan keandalan juga menjadi perhatian utama. Sistem manajemen baterai hybrid tingkat lanjut, perlindungan termal cerdas, serta pemantauan keselamatan berkelanjutan memastikan baterai aman dan tahan lama untuk kepemilikan jangka panjang.

Baca juga: Torehan Fantastis ABC Stories Wuling Sepanjang 2025, BinguoEV Terlaris!

“Darion PHEV mengombinasikan motor listrik, baterai berkapasitas besar, dan mesin pembakaran dalam satu sistem. Kendaraan ini memungkinkan pengoperasian dalam mode listrik pada kondisi tertentu, serta beralih secara otomatis ke sistem hybrid untuk mendukung fleksibilitas penggunaan pada berbagai skenario berkendara,” ujar Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors.

Melalui pengalaman berkendara nyata, Darion PHEV menunjukkan bahwa teknologi plug-in hybrid bukan sekadar konsep teknis, melainkan solusi praktis untuk mobilitas harian dan perjalanan jarak jauh.

Well.. Buat Sobat UC auction yang ingin mengetahui update terbaru seputar dunia lelang dan kabar otomotif, bisa mengunjungi website kami di www.UCauction.co.id atau hubungi Hallo UC di 0811 9009 404.

Register Online