UC auction, Jakarta - Sistem pengereman menjadi salah satu komponen paling penting dalam menjaga keselamatan saat perjalanan jarak jauh, terutama ketika mobil digunakan untuk mudik Lebaran.
Beban kendaraan yang lebih berat karena membawa penumpang dan barang dapat meningkatkan gaya inersia dan memperpanjang jarak pengereman.
Oleh karena itu, memastikan kondisi rem tetap optimal menjadi hal yang wajib dilakukan sebelum memulai perjalanan.
Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menjelaskan pentingnya melakukan pengecekan sistem pengereman secara menyeluruh sebelum mudik.
“Keselamatan keluarga saat mudik sangat bergantung pada kondisi kendaraan, salah satunya adalah performa rem yang optimal, terutama ketika mobil membawa beban penuh. Oleh karena itu, kami mengimbau pengendara untuk melakukan pengecekan menyeluruh melalui langkah-langkah berikut ini agar pengereman tetap responsif di berbagai kondisi jalan.”
Baca juga: Suzuki Victorious Contest 2025, Wujud Peningkatan Kualitas Teknisi
Langkah pertama dalam perawatan sistem rem adalah memeriksa ketebalan kampas rem untuk memastikan daya cengkram masih optimal. Jika ketebalan sudah di bawah batas minimal, komponen tersebut perlu segera diganti agar tidak merusak bagian lain.
Selain itu, kondisi piringan cakram juga harus diperhatikan agar tetap rata dan tidak mengalami deformasi yang dapat menimbulkan getaran saat pengereman. Pemeriksaan juga perlu dilakukan pada rem tromol di roda belakang guna menjaga keseimbangan daya henti kendaraan.
Penyetelan celah sepatu rem dan pelumasan pada pin kaliper juga penting untuk memastikan piston dapat bergerak dengan lancar.
Minyak rem memiliki peran penting dalam menyalurkan tekanan dari pedal ke sistem pengereman. Karena bersifat higroskopis, minyak rem dapat menyerap uap air yang menurunkan titik didihnya.
“Pastikan mobil Suzuki Anda menggunakan cairan Ecstar dengan standar DOT 3 atau DOT 4 sesuai spesifikasi pabrikan guna menghindari kerusakan seal karet,” tambah Hariadi.
Proses bleeding rem juga perlu dilakukan untuk menghilangkan udara yang terperangkap di dalam sistem hidraulis agar tekanan tetap stabil.
Baca juga: Tak Hanya Mobil, Suzuki Bawa Sepeda Motor dan Marine di IIMS 2026
Saat melintasi jalur pegunungan, risiko brake fade dapat terjadi akibat panas berlebih pada sistem pengereman. Untuk menghindari kondisi tersebut, pengemudi disarankan memanfaatkan teknik engine brake agar beban kerja rem berkurang.
Hariadi juga mengingatkan pengemudi untuk memperhatikan lampu peringatan pada dashboard.
“Apabila lampu peringatan rem atau simbol ABS pada dashboard menyala, segera lakukan diagnosa di Bengkel Resmi Suzuki untuk memastikan komputerisasi sistem tetap bekerja dengan baik.”
Sebagai bentuk edukasi kepada pelanggan, Suzuki juga menggelar live streaming bertema “15 Tahun Suzuki Bengkel Siaga: Merangkai Cerita Perjalanan” pada 11 Maret 2026 melalui kanal YouTube Suzuki Indonesia.
Acara ini membahas persiapan teknis kendaraan sebelum mudik sekaligus menghadirkan hiburan dan kuis bagi penonton.
Well.. Buat Sobat UC auction yang ingin mengetahui update terbaru seputar dunia lelang dan kabar otomotif, bisa mengunjungi website kami di www.UCauction.co.id atau hubungi Hallo UC di 0811 9009 404.